Sunday, November 6, 2016

Tipe-tipe Siswa Saat Menghadapi Ulangan Fisika Berdasarkan Karakter Game of Thrones


Salam, Pembaca Blog yang setia!

Banyak orang bilang, Fisika itu susah.

Dan hampir semua murid saya juga bilang bahwa Fisika itu susah.

Dengan banyaknya rumus dan juga teori yang harus dipahami, siswa cenderung takut berhadapan dengan pelajaran Fisika. Sehingga banyak yang berkata bahwa,

"Lebih baik ilmu Fisika dihapuskan saja!"

Oh tidak bisaaa...

...nanti saya kehilangan ladang untuk bekerja.

Hehehe.

Hehe.

He.

Sebenarnya jika siswa paham apa saja penerapan konsep-konsep Fisika yang kontekstual atau dapat dilihat dari kejadian sehari-hari, maka siswa bisa suka loh. Kebanyakan guru Fisika memang nggak mau put more effort untuk membelajarkan Fisika secara sederhana. Hanya teori-teori saja. Rumus-rumus saja. Bahkan waktu saya praktik kerja lapangan, saya mengetahui bahwa sekolah tempat saya mengajar, laboratoriumnya indah sekali, alat-alat praktikumnya lengkap, emejing, dan masih kinclong, alias... TIDAK PERNAH DIGUNAKAN.

Padahal Fisika adalah pelajaran yang membutuhkan contoh visual yang nyata. Kalau hanya membaca buku dan diajarkan secara klasikal saja, tentu tidak menarik. Siswa harus diajak eksperimen dan melihat kejadian nyata sebagai aplikasi ilmu Fisika yang dipelajarinya.

Analoginya begini:

Saya mau mengajarkan Hukum Gravitasi Newton. Semua berawal dari percepatan gravitasi yang menyebabkan benda selalu jatuh ke tanah.

Jika hanya diajarkan sebatas teori dan rumus saja, siswa akan bertanya demikian,

"Buat apa oe ngitung kecepatan apel jatuh? Kenapa nggak langsung dipungut dan dimakan aja?"

Maka dari itu, guru perlu memperlihatkan bahwa pengaruh gravitasi bukan hanya apel jatuh saja. Kita bisa berdiri, berjalan, berlari, naik kendaraan di bumi, juga karena adanya gravitasi. Kalau nggak ada gravitasi, dijamin tubuh kita melayang-layang setiap hari. Makan, minum, tidur, pup, semua dilakukan sambil melayang. Kalian mau?

Nah, dari situ siswa akan menyadari bahwa konsep gravitasi itu penting.

Hal tersebut akan menjadi pelatuk yang membawa pada konsep gravitasi lebih luas lagi, yaitu pada gaya gravitasi antar benda langit. Yang nantinya akan bisa mematahkan konsep yang baru-baru ini terkenal dengan sepuluh seri videonya di Youtube yaitu... teori bahwa bumi itu datar!

MUAHAHAHAHA!

Baiklah.

Terlepas dari semua paparan di atas, saya mengamati bahwa setiap akan mengadakan ulangan, entah ulangan harian, pre-test, post-test, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, Fisika masih menjadi momok nomor satu diantara semua mata pelajaran lainnya.

Setiap akan menghadapi ulangan Fisika, semua siswa akan memberikan respon yang berbeda-beda. Sehingga kelas seperti menjadi kancah perang untuk beberapa waktu ke depan.

Karena saya penggemar serial Game of Thrones, serial perang-perang antar kerajaan itu, maka saya ingin mencoba memberikan analogi "Tipe-tipe Siswa Saat Menghadapi Ulangan Fisika Berdasarkan Karakter Game of Thrones".

Wednesday, November 2, 2016

5 Hal yang Bikin Kamu Sadar bahwa Hidup ini Indah Jika Kamu Bersyukur



Salah satu kodrat manusia adalah mudah mengeluh. Panas dikit, protes. Hujan deres, protes. Nggak punya uang, frustasi. Punya masalah, depresi. Serba salah. Nggak bisa dibawa santai. Padahal, sudah jelas bahwa setiap kejadian yang ada pada hidup kita adalah sebagai imbas dari kejadian yang lain.

Sesuai dengan Hukum III Newton, dalam ilmu Fisika.

"Untuk setiap gaya aksi yang dilakukan oleh suatu benda, akan ada gaya reaksi yang besarnya sama namun arahnya berlawanan terhadap benda tersebut"

Kalau kamu marah-marah karena nggak punya uang, coba cek lagi kemaren habis ngapain. Belanja action figure mungkin kalau cowok? Atau kalau cewek habis shopping-shopping gincu? Ya wajarlah kalau uangnya raib tak berbekas. Nggak masalah. Itu manusiawi. 

Yang jadi masalah adalah, jika hampir setiap aspek dalam hidup kamu, selalu kamu sesali. Padahal di setiap reaksi yang mengenai kita lagi, akan kembali ada aksi karena hidup adalah siklus perputaran kejadian yang akan terus terjadi selama nyawa masih di kandung badan *cieh elah*. Akan ada hikmah di setiap kejadian. 

Misalnya setelah kamu menyesali nggak punya uang karena habis khilaf belanja, di jalan ada copet, pas dompet kamu diambil isinya kosong. Jadi nggak nyesel kan, walau nggak punya uang? *ini kalau surat-surat penting dan ATM diabaikan, ehe*

Maka dari itu, manajemen emosi sangat diperlukan untuk menghadapi segala sesuatu dalam hidup. Kamu butuh menerapkan kiat-kiat #HidupSelow dalam kejadian sehari-hari. Jangan biasakan diri dengan dikit-dikit mengeluh. Jangan jadi manusia penggerutu. Hidup cuma sekali. Sepahit-pahitnya harus tetep dinikmati. 

Diputusin pacar. Woles ajaaa... *sambil berdoa biar balikan*

Ditinggal nikah mantan. Woles lagiii... *sambil berdoa biar cerai*

Intinya, #HidupSelow ini indah jika kamu mampu bersyukur. Biar yakin, berikut ini adalah beberapa kiat #HidupSelow ala saya. Bisa dicontoh karena memang ampuh untuk mengusir kehidupan yang tegang dan penuh tantangan.

Thursday, October 20, 2016

Afikaaa, ada yang baru loh!

Saya termasuk  orang yang nggak gampang bosen sama berbagai hal. Kalau udah suka dengan sesuatu, saya nggak akan berpindah ke lain hati. Yaaa... tipe-tipe orang setia gitu deh. Muehehe.

Saya hampir nggak pernah ganti-ganti layout semua sosial media yang saya miliki. Mulai dari Facebook. Header dan profile picture ya tetep itu aja semenjak bulan Agustus tahun 2013. Setelah itu saya sama sekali nggak pernah berganti tampilan Facebook, nggak pernah update status, malah yang ada temen-temen FB yang dulu asal accept sembarangan (biar jumlah temennya banyak pas awal-awal punya akun) malah mulai saya hapus satu-persatu. Saya juga mengunci semua album foto biar jadi privat dan menghapus beberapa status alay jaman dulu (menyembunyikan aib biar nggak di up sama temen-temen kerja). Masalahnya saya juga udah nggak terlalu main FB lagi sekarang. Buka FB kalau ada notif grup aja, selebihnya nggak pernah. Bahkan chat via FB juga udah nggak pernah. Ibarat kata, fesbuk udah nggak asik lagi, jadi saya nggak pernah kepikiran untuk update foto atau apalah itu fitur FB.

Dari tahun 2013 nggak ganti-ganti tampilannya
Sosial media yang masih sering saya gunakan adalah Twitter. Itu pun profile picture dan headernya juga nggak ganti dari tahun 2013. Hehe. Entah antara saya yang malas, atau memang nggak ada foto baru. Lalu beberapa saat yang lalu, saya sempat ganti foto profil dengan foto asli seperti yang di akun Google gitu. Tapi kemarin malam, saya ingin menggantinya dengan gambar chibi berikut.

Ucul bet dah
Alhasil penampakan Twitter jadi baru dengan adanya foto profil yang juga baru. Tapi headernya ya tetep sih, pake yang dulu. Udah males ganti. Udah suka sih. Header Twitter tersebut juga saya gunakan sebagai wallpaper desktop laptop kesayangan saya hampir dari awal masuk kuliah dulu sampai sekarang. Lama banget kan?

Lucu ya? Ijo-ijo gitu. Muehehe.
Selanjutnya, kemarin saya juga upgrade layout dua blog saya yang lain. Pada dasarnya saya memiliki tiga blog dari tiga platform sekaligus. Apa saja itu?

Thursday, September 29, 2016

Tontonan Masa Kini: Antara Youtube dan Televisi?


Youtube Youtube lebih dari TV...

Tak dipungkiri boomingnya Youtube sebagai media sharing video makin hari makin memiliki tempat signifikan pada kebutuhan visual sebagian orang. Youtube memfasilitasi kita dalam mengakses konten video berbagai jenis dan juga menjadi wadah para kreator kreatif yang ingin unjuk bakat dan hobi mereka.

Bebasnya media Youtube bagi sebagian orang menjadi pelatuk lahirnya Youtuber-Youtuber (istilah bagi kreator konten Youtube) dalam berkarya. Sehingga banyak yang mengklaim bahwa Youtube dapat menjadi media yang bisa memenuhi kebutuhan hiburan manusia dan menggeser TV yang makin hari makin nggak jelas programnya.

OH YAAA???

Awalnya saya setuju karena di Youtube kita bisa memilih sendiri mana video yang ingin kita tonton dan mana yang tidak. Berbeda dengan TV yang jika menayangkan acara "tidak bermutu", nggak akan bisa kita skip sesuka hati.

Saya juga mulai memiliki Youtuber favorit seperti contohnya Rosanna Pansino yang menyediakan video tutorial memasak dengan gaya yang nerd and fun. Saya juga menyukai Bayu Skak, Youtuber asal Malang yang dalam vlognya selalu mengusung bahasa Jawa Timur berlogat kasar (karena saya orang timuran juga). Namun itu dulu, sekarang Bayu jarang sekali upload video dengan bahasa Jawa karena tuntutan profesinya yang sekarang lebih berkembang ke ranah perfilman Indonesia.

Namun makin kesini, saya mengetahui bahwa kelahiran Youtuber di Indonesia nggak beda jauh dengan proses lahirnya Boyband Girlband era yang muncul tiba-tiba secara keroyokan dan hilang perlahan-lahan seperti ditelan pasir hisap.

Sudah begitu, saya memperhatikan bahwa beberapa Youtuber ternyata mengunggah video daily activity mereka dengan kata-kata dan kalimat yang... kasar.

Bukan kasar secara logat seperti "pisuhan" ala Bayu Skak, melainkan grammar dan vocab slang Inggrisan semacam: "I don't give a f*ck, B*tch, etc."

OH MY...

Bahkan baru-baru ini saya nemu dua buah video yang kontennya semacam video klip dengan lagu ciptaan mereka sendiri dan isinya, ehem, KURANG AJAR.

Sorry to say, tapi hal-hal yang ada di video ini benar-benar tidak pantas untuk dipublikasikan baik secara lirik lagu maupun visualisasi. Tapi entah kenapa, viewersnya bisa sampai jutaan.

Duh Gusti... :))

Sunday, September 25, 2016

[#MOVIEREVIEW] Kimi No Na Wa - Makoto Shinkai


Saya adalah penggemar berat anime baik dalam bentuk serial ataupun movie. Dan salah satu animator Jepang favorit saya adalah Makoto Shinkai. Makoto bisa mengarang sendiri ceritanya, membuat sendiri grafiknya, dan menyutradarai sendiri anime-nya. Awesome, isn't it?

Dan ternyata bulan Agustus kemarin, Makoto resmi merilis movie anime baru berjudul Kimi no Na Wa (Your Name) yang sudah saya tunggu-tunggu sejak pengumuman produksinya setahun yang lalu. *gasping*

Kimi no Na Wa menceritakan tentang dua orang remaja laki-laki dan perempuan yang tidak saling kenal dan tinggal berlainan daerah, bernama Taki dan Mitsuha. Taki tinggal di Tokyo dan Mitsuha di Mereka saling memasuki mimpi masing-masing sehingga tanpa disadari, kehidupan mereka saling mempengaruhi satu sama lain.

Ciri khas Makoto dalam menjalin alur cerita memang tidak diragukan lagi kualitasnya. Makoto selalu memasukkan unsur sains-fiksi dalam anime-nya. Seperti di Kimi no Na Wa ini, Makoto mengambil background cerita tentang jatuhnya meteor ke bumi yang menghancurkan kehidupan di Itomori, daerah tempat Mitsuha tinggal. Namun kehancuran itu dapat dicegah saat Mitsuha dan Taki bertukar alam mimpi lagi. Keduanya pelan-pelan mulai menyadari keberadaan satu sama lain di mimpi masing-masing dan saling membantu.

Pada scene klimaks saat kataware doki (senja) keduanya bertemu dalam mimpi dan mengajukan ide untuk saling menuliskan nama masing-masing di tangan. Taki sudah menuliskannya di tangan Mitsuha sementara Mitsuha belum sempat membalasnya karena waktu senja berakhir. Keduanya pun kembali meneruskan kehidupan masing-masing.

Pada kehidupan nyata setelah mereka bangun dari mimpi, mereka tidak saling mengingat nama masing-masing dan mulai lupa akan mimpinya. Taki mencari berita tentang kejadian komet Itomori dan Mitsuha pada akhirnya berhasil menyelamatkan warga Itomori. Mitsuha sempat frustasi karena penduduk Itomori tidak mempercayainya. Namun setelah ia melihat tangannya, ia melihat bahwa Taki bukan menuliskan namanya, melainkan kalimat "I love you", Mitsuha pun tidak menyerah untuk meyakinkan penduduk Itomori agar terevakuasi.

Setelah kejadian tersebut, keduanya menjalani hidup hingga dewasa. Keduanya selalu merasa ada yang hilang, merasa ingin terus mencari sesuatu dan mengingat sesuatu namun tidak tahu apa itu. Sampai akhirnya mereka bertemu dan berkenalan tanpa ingat tentang mimpi masing-masing.